Turunkan Rektor! Mahasiswa Temui Ketua Yayasan UIT Minta Biaya Partisipasi Dihapus

Ketua Yayasan UIT (Tengah) dan perwakilan dari mahasiswa Magister Hukum UIT

Newszonamerah.com – Ketua Yayasan Universitas Indonesia Timur (UIT) membuka pertemuan dengan mahasiswa pascasarjana setelah mendengar adanya polemik uang partisipasi, Selasa (16/02/2021)

Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan Mahasiswa Pascasarjana, Ramli Usman dan Ketua Yayasan UIT, Aminuddin

Bacaan Lainnya

Aminuddin mengatakan, informasi dari Warek 2 sudah beres tentang biaya partisipasi itu

“Sudah kita kasih solusi bahwa pembayarannya bisa jadi tidak dilakukan saat ini, dapat nanti dicicil ataukah yang jelas pembayaran itu bisa dilakukan dilunaskan sebelum selesai” ujarnya

Sementara itu, Ramli Usman mengatakan, bahwa penerima blangko beasiswa menolak keras biaya partisipasi

“Karena sejak semester 1 sudah kami pertanyakan apakah ada biaya partisipasi atau tidak dan jawabannya tidak ada untuk kelas reguler” kata Ramli

Ramli menuturkan kembali, sejak masuk kuliah memang dia memilih kelas reguler hanya saja dalam prosesnya itu ada penyampaian dari pengelolah pascasarjana dan Prodi

“Bahwa secara proses pembelajaran karena dosen meminta perkuliahan yang awalnya sesuai jadwal reguler dipindahkan ke Sabtu Minggu agar mempermudah proses pembelajaran dan waktu dosen” bebernya

Tak hanya Ramli Usman menyatakan hal itu,
Perwakilan dari mahasiswa Magister Hukum, Kamsiruddin juga angkat bicara

“Tekanan kami juga dengan adanya bahasa dari pihak rektorat yang menyampaikan bahwa Kalau tidak mampu membayar silahkan berhenti kuliah” ucap Kamsiruddin

Kamsiruddin meyampaikan bahwa bukan kami tidak mampu membayar tapi kami memang bukan mahasiswa eksitensi karena kami mahasiswa reguler jadi jika semester akhir dipaksa membayar maka ini namanya pembodohan.

“Kami meminta bapak Aminuddin sebagai ketua Yayasan menyampaikan aspirasi kami kepada Pendiri Yayasan dan jika pemintaan kami tidak diindahkan maka turunkan saja Rektor karena bapak sebagai Ketua Yayasan harusnya jangan mau diatur sama Rektor, karena seharusnya bapak yang mengatur Rektor.” tutur Kamsiruddin

Ketua Yayasan Aminuddin menanggapi hal itu, dia mengatakan bahwa kalau memang dari awal mahasiswa memilih kelas dan mencentang di formulir kelas reguler maka itu adalah dasar yang kuat

“Dan informasi ini kami sampaikan dan bicarakan dengan pihak rektorat kalau perlu ketua badan Pendiri yayasan dalam hal ini H. Haruna.” ungkapnya

Terakhir, Ramli Usman menyampaikan, bahwa pihak perwakilan mahasiswa kembali mempertegas tuntutan ini

Ramli mengatakan, dari awal semester 1 mencentang di formulir sebagai mahasiswa reguler, jadi ketika semester 3 mau dijadikan mahasiswa kelas kerja tentu mahasiswa menolak.

“Kami ini angkatan pertama setelah proses yang panjang dan kami juga bagian dari proses teman-teman bantu kerja proses Akreditasi mulai Borang dan membantu promosikan bahwa kampus UIT sudah aktif bahkan di luar sana kami memperlakukan sebagai Mahasiswa UIT kami katakan sekarang UIT sudah aktif bahkan sudah ada akreditasi B” tutupnya

(Anto)

Pos terkait