Uri Huriyati Sambangi SDN Bojong Menteng 7 Yang Viral Terkait Kondisi Sekolah

Uri Huriyati Sambangi SDN Bojong Menteng 7 Yang Viral Terkait Kondisi Sekolah
BEKASI, Newszonamerah.com – Sosok Wakil Rakyat dari Fraksi Golkar Persatuan yang juga Sekretaris DPD Golkar Kota Bekasi, Uri Huriyati langsung merespon adanya pemberitaan di media sosial terkait kondisi SDN  Bojong Menteng 7 . Seperti ramai diberitakan SDN  Bojong Menteng 7 tidak layak sebagai tempat pendidikan bagi siswa karena atap sekolah rapuh,  kondisi ini sudah berlangsung selama 3 tahun terakhir.
Pada hari sabtu (18/12/2021), Uri langsung bergerak cepat untuk memantau langsung kondisi sekolah. 
“Siang ini saya langsung turun (memantau) ke sekolah ini untuk melihat kondisi sekolah ini dan berdiskusi langsung dengan pihak dari sekolah SDN  Bojong Menteng 7″ucap Uri yang kebetulan duduk di Komisi 4 DPRD Kota Bekasi yang salah satu leading sektornya terkait bidang pendidikan. 
Anggota dewan dua periode dari Daerah Pemilihan Rawalumbu, Bantargebang dan Mustikajaya ini menambahkan, terkait kondisi sekolah menurutnya memang harus ada perbaikan.
Pun begitu, politisi yang memiliki darah keturunan dari Partai Golkar ini menampik jika ada yang mengatakan bahwa Dinas Pendidikan Kota Bekasi tidak peduli dan membiarkan kondisi sekolah. 
Saat Sidak, Uri bahkan mendapati di sekolah tersebut ditemukan  adanya bantuan meubeleur dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi ke SDN Bojong Menteng 7 sekitar 10 hari lalu.
“Sekolah ini sudah pernah ada pembangunan di tahun 2012, sehingga sudah memiliki bangunan tingkat juga. Dan baru 10 hari ternyata sudah masuk bantuan meubeleur untuk sekolah ini.  Hal ini setelah saya konfirmasi kepala Dinas Pendidikan,” kata Uri sambil menegaskan terkait bantuan (meubeler) ini memang ada keterlambatan karena adanya virus Covid 19 yang seharusnya masuk di tahun 2020 tapi karna covid baru bisa masuk di tahun ini dan sudah terealisasi.
Saat sidak ini pun, Uri langsung meninjau lokasi kelas yang kemarin sempat ramai menjadi perbincangan di media sosial. Uri melihat langsung untuk memastikan kondisi kelas, yang dikabarkan sudah kurang lebih tiga tahun tidak dapat digunakan (dikosongkan) karena atap yang sudah rapuh dan dikhawatirkan akan berdampak negatif kepada siswa saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
” Benar kelasnya sudah di kosongkan  selama kurang lebih 3 tahun ini.  Sekarang digunakan untuk gudang karena belum ada perbaikan dari Dinas Pendidikan,”bebernya lagi.
Uri pun meminta dan memastikan kepada pihak sekolah, apabila KBM sudah normal 100 persen. Pihak sekolah lanjut Uri, menegaskan bahwa agenda KBM masih memadai dengan dua shift. Hal ini kata Uri sudah sangat baik, karena sekolah tidak tinggal diam dan masih memiliki tanggung jawab terhadap aktivitas anak didiknya di sekolah.
“Ada harapan dari pihak sekolah untuk bisa satu shift proses KBM di sekolah ini dan saya akan perjuangkan dengan aspirasi saya agar permasalahan gedung dan banjir yang ada di sekolah ini mampu kita selesaikan secara perlahan di kemudian hari”,pungkas Uri. (@nt)

Pos terkait