Wow, Bantuan Alsintan Aspirasi DPR Diduga Diperjualbelikan di Jeneponto

Keponakan Anggota DPR RI Fraksi PAN pria inisial MKR

Newszonamerah.com – Bantuan alat mesin pertanian di Dinas Pertanian Jeneponto, diduga diperjualbelikan oleh keluarga dekat Anggota DPR RI Fraksi PAN, inisial IM

Nilai tersebut, mengacu dengan harga Rp 6 Juta per unit atau sebesar Rp 240 juta dari 40 unit Hand Traktor bantuan kelompok tani itu

Bacaan Lainnya

Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya pengakuan dari salah satu Ketua kelompok tani yang pernah dikonfirmasi oleh Tim Media ini

Dia mengatakan, saat di janji akan diberikan satu unit Hand Traktor, pihaknya dimintai uang muka (DP), sebesar Rp 2 juta

Setelah barang tersebut ada kelompok tani dimintai Rp 4 juta sehingga pihak para Ketua kelompok tani masing masing membayar Rp 6 juta rupiah, baru diberikan.

Oknum yang diduga melakukan pungli ke para Ketua kelompok tani calon penerima adalah bukan pihak Dinas Pertanian Jeneponto

Akan tetapi yang disebut oleh Ketua kelompok tani, adalah Keponakan Anggota DPR RI Fraksi PAN inisial IM yakni inisial MKR

MKR itu adalah anak dari saudara kandung IM yang bertindak sebagai Tim pemenangan IM tersebut, untuk kembali mencalonkan diri sebagai calon Legislatif DPR RI melalui partai PAN

Menyikapi hal itu, Ketua DPC Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Kabupaten Jeneponto, Syamsudin kepada media ini menyampaikan

Bahwa tindakan yang dilakukan oleh MKR baik selaku Tim maupun selaku keluarga Anggota DPR RI dengan melakukan dugaan pungli atau memperjualbelikan bantuan Hand traktor itu adalah tindakan yang dinilai sangat keliru.

Menurutnya, bahwa semua macam bantuan yang disalurkan oleh pemerintah pusat, itu adalah untuk diberikan kepada para kelompok tani calon penerima

Bahkan itu diberikan dengan gratis karena merupakan salah satu tujuan memberdayakan para petani miskin, sehingga seharusnya tidak terjadi pungli sepeserpun juga.

“Pemerintah pusat menyalurkan bantuan Hand Traktor itu tak lain adalah untuk diberikan kepada warga tani miskin untuk diberdayakan sehingga tidak seharusnya terjadi ada pungli yang dilakukan oleh oknum buta hati alias serakah mata duitan tak berpancasilais” ujar Syamsuddin kepada media ini, Selasa (24/3/2020)

Sekaitan dengan itu, MKR yang disinyalir kuat melakukan pungli atau memperjualbelikan bantuan Hand Traktor itu

Saat dikonfirmasi di salah satu Cafe tepatnya di Jalan Lingkar, dia membantah tidak pernah melakukan pungli dan tidak pernah menemui Ketua kelompok tani calon penerima

Sekalipun MKR enggan mengakui Punglinya, namun tetap mencurigakan sebab pengakuan salah satu Ketua kelompok tani juga berkeras dan sangat meyakinkan, adanya pungli yang dilakukannya dengan dua kali penyetoran.

Contohkan saja, bahwa Ketua kelompok tani Mekar Sari di Desa Turatea Kecamatan Tamalatea, Sanu saat dikonfirmasi oleh Tim Media ini di rumah kediamannya

Dia dengan tegas mengakui adanya pungli yang dilakukan oleh MKR sebagai Tim pemenangan Calon DPR RI Fraksi PAN, yakni IM yaitu Omnya sendiri.

“Para Ketua kelompok tani calon penerima bantuan Hand Traktor dimintai dari awal uang sebagai panjar Rp2 juta dan setelah barang tiba kita dimintai setoran lagi sebesar Rp 4 juta rupiah jadi semua calon penerima itu membayar masing masing 6 juta rupiah”. jelas Sanu.

(Hamzah Sila)

Pos terkait