Zainuddin Dg Tompo Bantah Lakukan Penganiayaan

Zainuddin Dg Tompo

Newszonamerah.com – Kasus dugaan penganiayaan Baraiya Maryam yang bergulir di Polres Kabupaten Gowa dibantah oleh terlapor Zainuddin Dg. Tompo

“Saya tidak pernah memukul dan mendorong Baraiya Maryam hingga mengakibatkan luka memar di bagian pinggang sebelah kanan”  kata Zainuddin kepada media ini di Cafe Country Resto (CCR), Minggu, (15/12/2019)

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan, bahwa kronologi persoalan ini bermula saat dirinya dan keluarganya difitnah oleh pelapor Baraiya Maryam yang tak lain adalah kakak iparnya sendiri hingga hubungan keluarga Zainuddin dan istrinya berkonflik

“Saya difitnah, dibilangin anak haram, pembunuh oleh Maryam, sampai-sampai istri saya mau menggugat cerai ke pengadilan, bahkan keluarga istri saya sudah tidak ada yang baik sama saya, gara-gara Maryam” katanya

Terlapor Daeng Tompo menduga kalau adik iparnya memfitnah dia gara-gara hubungan keluarganya Maryam itu bermasalah dengan suaminya.

“Mungkin dia fitnah saya seperti itu, saya duga karena dia bermasalah dengan suaminya, mungkin itu dia imbaskan ke keluargaku, mungkin dia mau lihat saya tidak baik,” ujarnya

Hingga dari pihaknya merasa tak terima diperlakukan seperti itu, ia kemudian mencari Maryam untuk diminta pertanggungjawaban dari perkataannya, niatnya untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.

“Setelah saya mendengar difitnah saya mencari Baraiya Maryam, karena mau diminta pertanggungjawaban dari perkataannya mau saya selesaikan secara kekeluargaan,” kata dia lagi.

Masalah inipun sampai ke pihak pemerintah setempat, niat dari semua mau selesaikan secara keluargaan dan dibantu oleh aparat pemerintah setempat (RT) Jalan Mustafa Dg Bunga, Kelurahan Romanpolong, Kecamatan Sombaopu, Gowa, Sulsel.

“Ini masalah dibawa ke pak RT, Rusdi Dg Malli selesaikan, tapi belum ada pembicaraan, tiba-tiba Istri saya ditendang sama Baraiya Maryam saat tiba di rumah pak RT,” jelasnya pria pengantin baru 8 bulan itu.

Saat di rumah pak RT, Zainuddin ingin berbicara bersama Baraiya Maryam, sambil menunggu pak RT pulang dari kerja

“Disaat menunggu pak RT, malah istri saya yang dipukul dan ditendang hingga mengalami pendarahan. Dan Maryam lari masuk ke kamar ibu RT” ungkapnya

Dikatakan juga oleh terlapor, sebelumnya itu, juga terjadi di atas mobil angkutan Kota di Jalan Abdul Qadir Dg Suro, Samata Gowa, pada waktu yang sama, 18 November 2019 lalu.

“Tapi sebelum itu terjadi juga cekcok dengan Baraiya Maryam, dia tuduh saya tendang dia, di atas mobil, padahal tidak kaki saya hanya kasi naik di tangga mobil (sambil praktekan),” lanjutnya dengan wajah sedih saat ceritakan.

Dari kejadian itu, Zainuddin Dg Tompo dilaporkan ke polisi, tapi anehnya dikatakan pihak terlapor ibunya juga ikut dilaporkan oleh Baraiya Maryam.

Atas kejadian tersebut penasehat hukum pihak terlapor Zainuddin Dg. Tompo, Yusuf Rajab SH, MH menilai bahwa pihak Polres Gowa cacat prosedural

Sebab, menurut Yusuf bahwa pada hari yang sama pelaporan LP.B/431/XI/2019/SPKT-Polres Gowa tanggal 19 November 2019, pihak Polres Gowa langsung mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Vide surat perintah penyidikan Nomor: SP. sidik/525/XI/2019/Reskrim tanggal 19 November 2019).

Penasehat Hukum Zainuddin Dg. Tompo, Yusuf Rajab SH, MH, mengkritik sikap Polres Gowa yang tidak sesuai Perkapolri Nomor 6 tahun 2019 tentang Penyidikan tindak pidana.

“Saya mengkritik SOP Polres Gowa yang dimana pada saat pelaporan 19 November, pada saat itu juga menerbitkan Sprin Sidik, itukan tidak boleh dalam administrasi dan Perkapolri, ketika ada yang melapor, masuk dulu berkas ke Kapolres, Kapolres yang deposisi siapa penyelidiknya, baru dilakukan penyelidikan,” kata Yusuf

Selain itu, ia juga mempertanyakan Sprin Sidik kedua pada tanggal 23 November 2019 (vide Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP.Sidik/525.a/XT/2019/Reskrim tanggal 23 November 2019) yang dikeluarkan pada hari Sabtu dan bukan di hari kerja.

“Apakah memang lazim dan dimungkinkan produk administrasi Sprin Sidik bisa keluar di hari sabtu yang sebenarnya bukan hari kerja? Begitupula SPDP yg kami terima tercamtum pasal 351 ayat 1 (satu)  “KUHPidana, Jo Pasal 55, pasal 56 KUHPidana. Namun anehnya pada saat di Panggil sebagai tersangka kemudian berubah menjadi Pasal 170, KUHPidana ? ujarnya.

(Darwis)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.